Minggu, 23 Maret 2014

Penalaran


BAB I PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Dewasa ini orang – orang semakin sibuk dengan kegiatan keseharian mereka yang banyak menghabiskan banyak waktu. Manusia seperti terjebak di suatu aturan oleh waktu yang tiap jam,menit dan detik yang sudah ditentukan. Proses berpikir tersebut hanya terkontrol pada area manusia yang dimana dapat menimbulkan penalaran.
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Berdasarkan uraian
 diatas penulis akan menjelaskan tentang apa yang dimaksud dengan penalaran tersebut.


1.2  Rumusan Masalah
  1. Apakah yang dimaksud dengan penalaran?
  2. Bagaimanakah cara menguji data,fakta dan autoritas?

1.3  Tujuan
Untuk menjelaskan tentang penalaran kepada pembaca yang dapat berguna dalam kehidupan sosial dan lainnya.



BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Penalaran
            Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.


2.2 Proporsisi
            Proporsi merupakan kata yang sangat biasa dipakai dalam kehidupan sehari-hari dan sangat familiar di telinga kita, akan tetapi pertanyaannya adalah apakah kita sudah tahu apa arti sebenarnya dari proporsi. Kita sering mengatakan "Wah, orang itu tinggi badan dan berat badannya proporsional", atau dengan kata yang lain "Kalau berbuat sesuatu itu yang proporsional, jangan berlebih-lebihan". Sebenarnya apakah arti dari proporsional. Menurut Kamus Lengkap Bahasa Indonesia (Indrawan, 2000, p.409) proporsi adalah keseimbangan. Jadi ungkapan yang di depan tadi "Wah, orang itu tinggi badan dan berat badannya proporsional" berarti antara tinggi badan dan berat badan seimbang.
2.3 Inferensi dan Implikasi
            Merupakan suatu proses untuk menghasilkan informasi  dari  fakta  yang  diketahui.  Inferensi  adalah  konklusi  logis  atau  implikasi berdasarkan informasi yang tersedia. Dalam sistem pakar,  proses inferensi dialakukan dalam suatu modul yang disebut inference  engine. Ketika representasi pengetahaun pada bagian knowledge base  telah lengkap, atau paling tidak telah berada pada level yang cukup  akurat, maka representasi pengetahuan tersebut telah siap digunakan. Sedangkan Implikasi  itu artinya akibat, seandainya dikaitkan dengan konteks bahasa hukum, misalnya implikasi hukumnya, berarti akibat hukum yang akan terjadi berdasarkan suatu peristiwa hukum yang terjadi.Bahasa hukum sebenarnya tidak rumit, prinsipnya bahasa hukum masih mengikuti kaidah EYD, bahasa Indonesia baku. Tetapi, untuk konteks tertentu, ada hal-hal yang tidak bisa mempergunakan bahasa Indonesia baku.
2.4 Wujud Evidensi
            Evidensi merupakan semua fakta yang ada, semua kesaksian, semua informasi, atau autoritas yang dihubungkan untuk membuktikan suatu kebenaran. Fakta dalam kedudukan sebagai evidensi tidak boleh digabung dengan apa yang dikenal sebagai pernyataan atau penegasan. Dalam wujud yang paling rendah evidensi itu berbentuk data atau informasi. Yang dimaksud dengan data atau informasi adalah bahan keterangan yang diperoleh dari suatu sumber tertentu
2.5 Cara Menguji Data
            Data dan informasi yang digunakan dalam penalaran harus merupakan fakta. Oleh karena itu perlu diadakan pengujian melalui cara-cara tertentu sehingga bahan-bahan yang merupakan fakta itu siap digunakan sebagai evidensi. Dibawah ini beberapa cara yang dapat digunakan untuk pengujian tersebut.
1. Observasi
2. Kesaksian
3. Autoritas

2.6 Cara Menguji Fakta
            Untuk menetapkan apakah data atau informasi yang kita peroleh itu merupakan fakta, maka harus diadakan penilaian. Penilaian tersebut baru merupakan penilaian tingkat pertama untuk mendapatkan keyakitan bahwa semua bahan itu adalah fakta, sesudah itu pengarang atau penulis harus mengadakan penilaian tingkat kedua yaitu dari semua fakta tersebut dapat digunakan sehingga benar-benar memperkuat kesimpulan yang akan diambil.
1. Konsistensi
2. Koherensi
2.7 Cara Menilai Autoritas
            Seorang penulis yang objektif selalu menghidari semua desas-desus atau kesaksian dari tangan kedua. Penulis yang baik akan membedakan pula apa yang hanya merupakan pendapat saja atau pendapat yang sungguh-sungguh didasarkan atas penelitian atau data eksperimental.
1. Tidak mengandung prasangka
2. Pengalaman dan pendidikan autoritas
3. Kemashuran dan prestise
4. Koherensi dengan kemajuan


BAB III PENUTUP

            Kesimpulannya adalah penalaran bekerja berdasarkan penglihatan ataupun pendengaran yang menimbulkan suatu konsep. Dan dari konsep tersebut timbulah proporsisi- proporsisi. Proporsi adalah keseimbangan yang berfungsi dalam konsep penalaran.


Daftar Pustaka :
http://nabella2326.blogspot.com/2012/03/wujud-evidensi.html
Sumber : http//wikipedia.com





             
           
SOAL-SOAL BAB 1
1.      Proses penafsiran fakta sebagai dasar untuk menarik kesimpulan dalah pengertian dari :
A.    Penalaran
B.     Proposisi
C.     Wujud Evidensi
D.    Inferensi dan Implikasi


2.      Ada berapa jenis dari proposisi?
A.    4
B.     3
C.     2
D.    1
3.      Merupakan semua fakta yang ada, semua kesaksian, semua informasi, atau autoritas yang dihubungkan untuk membuktikan suatu kebenaran merupakan pengertian dari :
A.    Wujud Evidensi
B.     Penalaran
C.     Implikasi
D.    Inferensi
4.      Ada berapa cara dalam menguji data?
A.    3
B.     2
C.     1
D.    4
5.      Interferensi merupakan kekeliruan yang disebabkan oleh adanya kecenderungan membiasakan pengucapan (ujaran) suatu bahasa terhadap bahasa lain mencakup pengucapan satuan bunyi, tata bahasa, dan kosakata, berdasarkan pernyataan diatas merupakan pendapat dari :
A.    Alwasilah ( 1985:131)
B.     Chaer dan Agustina (1995:158)
C.     (Suwito,1985:55)
D.    Jendra (1991:109)
                                         

Tidak ada komentar:

Posting Komentar